3.6 MEMAHAMI PROSEDUR PENCARIAN KESALAHAN PADA SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE
1. Jenis-jenis Kerusakan Pada Saat Instalasi Sistem Operasi Closed Source
a. Kerusakan master boot record atau tabel partisi
Hard disk terdiri atas MBR (Master Boot Record), tabel partisi lalu diikuti oleh partisi-partisi sejumlah yang dibuat oleh user. Kerusakan pada MBR dan/atau tabel partisi bisa menyebabkan sistem operasi tidak bisa di-boot atau satu atau lebih partisi terlihat seperti hilang. Hal ini hanya “kelihatannya” karena sebenarnya partisi dan data di dalamnya masih ada. Penyebab kerusakan MBR bisa bermacam-macam. Misalnya, saat Anda meng-install Windows setelah Anda meng-install Linux, sehingga sistem Windows saja yang bisa di-boot.
Contoh
lainnya bisa juga saat Anda melakukan suatu kecerobohan saat
menjalankan perintah: # dd if=/dev/zero of=/dev/sda bs=1 count=512
Perintah di atas akan melakukan penulisan angka 0 (nol) sebanyak 512
byte mulai dari sektor pertama hard disk kita. Ini adalah lokasi tempat
MBR dan tabel partisi diletakkan
b. Recovery data pada bad sector
Hard
disk yang sudah berumur atau memiliki cacat dari pabrik, lambat laun
akan memiliki bad sector (sektor rusak). Secara singkat, bad sector bisa
diibaratkan lubang pada jalan raya. Hal ini mengakibatkan penyimpanan
data menjadi tidak sempurna atau kadang data menjadi tidak bisa diakses
sama sekali. Dalam keadaan ini, Anda punya beberapa alternatif
tindakan, tetapi biasanya yang paling banyak disarankan adalah melakukan
penduplikasian data ke hard disk berbeda atau media penyimpanan lain
secepatnya.
Mengapa demikian? Ada dua alasan:
· Apabila
kita menyalin ke disk yang sama (sekalipun beda partisi), dikhawatirkan
akan muncul bad sector juga cepat atau lambat. Dengan kata lain, hard
disk yang memiliki suatu bad sector dianggap potensial untuk memiliki
kasus serupa di sektor yang lain.
· Tidak ada jaminan bahwa proses perbaikan bad sector akan berjalan 100% tanpa kesalahan.
2. Pencarian kesalahan pada hasil instalasi sistem operasi
a. Initializing BIOS
Kegagalan
dalam tahap ini jarang sekali ditemukan, kecuali komputer pernah
mengalami kejutan listrik seperti terkena petir atau kejutan listrik
lainnya yang menyebabkan BIOS rusak. Habisnya baterai BIOS pun tidak
akan menyebabkan kegagalan dalam tahap ini.
b. Initializing Master Boot Record (MBR)
Dalam
tahap ini BIOS memeriksa MBR dan memulai sekuens booting. Kegagalan
dalam tahap ini biasanya akan muncul pesan “Missing Operating System”
sehingga akses ditolak. Solusinya adalah dengan cara menulis ulang MBR.
Caranya, Booting denganCD instalasi Windows XP –> pilih Recovery
console atau Tekan R selama proses booting CD. Ketika sudah muncul
recovery console nya ketik fixmbr. Maka windows akan
memperbaiki MBR yang rusak.
c. Initializing Partition Boot Record (PBR)
Dalam
tahap ini tasking yang dijalankan adalah memeriksa tersedianya file
booting yang dibutuhkan. Kegagalan dalam tahap ini, yaitu partisi tidak
dikenali akan memunculkan pesan “Invalid Partition Table“. Solusinya
adalah dengan menggunakan tools TestDisk dan pilih “Fix Partition Table”
atau “Recover Deleted Partition“.
d. Initializing NTLoader
Pada
tahap ini PBR mengaktifkan ntldr.exe yang me-load
boot-manager boot.ini. Kegagalan dalam tahap ini adalah tidak
ditemukannya file ntldr.exe, atau dengan pesan error “NTLDR is missing“.
Solusinya yaitu dengan mengcopykan file ntldr.exe lewat recovery
console (boot dengan CD instalasi Windows). Caranya ketikkan fixboot
c: pada recovery console, lalu copy file ntldr dari CD setup ke harddisk
dengan mengetikkan copy d:\i386\ntldr c:
e. Initializing Boot Menu
Pada
tahap ini file boot.ini akan menampilkan menu boot, atau dalam kondisi
default user secara otomatis memilih Windows XP. Kegagalan dalam tahap
ini adalah tidakk ditemukannya fileboot.ini dengan pesan error
“Invalid boot.ini“. Solusinya adalah dengan memperbaiki sektor boot.
Caranya masuk ke dalam recovery console (booting dengan menggunakan CD
Instalasi Windows) dan ketikkanbootcfg /rebuild.
f. Initializing NTdetect
Pada
tahap ini tasking yang dijalankan adalah pemeriksaan terhadap semua
komponen hardware yang terpasang. Kegagalan dalam tahap ini merupakan
crash dengan pesan error. Biasanya anda akan mendapatkan pesan error
“NTLDR is missing” atau “Disk I/O Error, Error=0000 10000 NTdetect“.
Solusinya adalah mengcopykan kembali file ntdetect yang hilang. Caranya
masuk ke dalam recovery console (booting dengan menggunakan CD Instalasi
Windows) dan mengcopykan file ntdetect.com dari CD setup XP ke dalam
harddisk, dengan mengetikkan copy d:\i386\ntdetect.com c:.
g. Aktifasi Kernel/HAL
Pada
tahap ini tasking yang dijalankan adalah mengaktifkan Kernel Windows
dan Hardware Abstraction Layer (HAL). Kegagalan dalam tahap ini biasanya
ditandai dengan blue screen. Booting dihentikan dengan “Blue Screen of
Death“. Bila aanda mengalami kegagalan dalam tahap ini solusi terbaik
adalah dengan memformat ulang instalasi windows XP anda.
h. Aktivasi Driver
Pada
tahap ini XP mengaktifkan semua driver hardware yang dibutuhkan dan
diberikan status activated dalam registry. Kegagalan dalam tahap ini
biasanya ditandai dengan blue screen dengan pesan error
“IRQ_LESS_OR_EQUAL“. Solusinya adalah denganSafe Mode Booting. Caranya,
tekan F5 saat proses booting sampai keluar setup menu. Pilih safe mode
dan biarkan windows berjalan dalam safe mode. Buang atau Uninstal driver
yang rusak. Bila tidak membantu cobalah men-disable hardware yang error
tersebut pada device manager. Atau bila memungkinkan lepaslah hardware
yang error tersebut dari komputer anda.
i. Initializing Kernel
Pada
tahap ini ntloader menyerahkan kekuasan pemerintahan kepada kernel
windows. Kegagalan dalam tahap ini ditandai dengan windows hang pada
proses “Windows is Starting Up“. Solusinya adalah dengan minta bantuan
dari Microsoft. Caranya lewat internet masuk ke alamat http://support.microsoft.com/kb/314477/. Di sini paradeveloper windows akan memberikan pilihan solusi untuk beberapa kemungkinan kesalahan.
j. Mengaktifkan Services
Pada
tahap ini tasking yang dijalankan adalah mengaktifkan service smss.exe,
winlogon.exe, Isass.exe, dan services.exe. Kegagalan dalam tahap ini
sering ditandai dengan dengan blue screen atau pesan kesalahan yang
tidak jelas. Tidak jarang windows hang begitu saja. Waspadai bila anda
adalah korban dari trojan. Caranya masuk ke dalam safe mode dan
coba delete malware ini. Apabila anda tidak bisa sampai ke desktop
cobalah memperbaiki XP dengan CD setup. Install ulang mungkin jalan
terakhir yang dapat dilakukan.
k. Login
Pada
tahap ini windows meminta input nama pengguna dan password. Kegagalan
dalam tahap ini biasanya ditandai dengan pesan error “incorrect user
name or password“. Coba ulangi kembali memasukkan password anda.
