3.6 MEMAHAMI PROSEDUR PENCARIAN KESALAHAN PADA SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE

3.6 MEMAHAMI PROSEDUR PENCARIAN KESALAHAN PADA SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE

1.      Jenis-jenis Kerusakan Pada Saat Instalasi Sistem Operasi Closed Source
a.      Kerusakan master boot record atau tabel partisi
Hasil gambar untuk kesalahan sistem komputer 
Hard disk terdiri atas MBR (Master Boot Record), tabel partisi lalu diikuti oleh partisi-partisi sejumlah yang dibuat oleh user. Kerusakan pada MBR dan/atau tabel partisi bisa menyebabkan sistem operasi tidak bisa di-boot atau satu atau lebih partisi terlihat seperti hilang. Hal ini hanya “kelihatannya” karena sebenarnya par­tisi dan data di dalamnya masih ada. Penyebab kerusakan MBR bisa bermacam-macam. Misalnya, saat Anda meng-­install Windows setelah Anda meng-ins­tall Linux, sehingga sistem Windows saja yang bisa di-boot. 
Contoh lainnya  bisa juga saat Anda melakukan suatu kecerobohan saat menjalankan perintah: # dd if=/dev/zero of=/dev/sda bs=1 count=512 Perintah di atas akan melakukan penulisan angka 0 (nol) sebanyak 512 byte mulai dari sektor pertama hard disk kita. Ini adalah lokasi tempat MBR dan tabel partisi diletakkan
b.      Recovery data pada bad sector
Hard disk yang sudah berumur atau memiliki cacat dari pabrik, lambat laun akan memiliki bad sector (sektor rusak). Secara singkat, bad sector bisa diibaratkan lubang pada jalan raya. Hal ini mengakibatkan penyimpanan data menjadi tidak sempurna atau kadang data menjadi tidak bisa diakses sama sekali. Dalam ke­adaan ini, Anda punya beberapa alternatif tindakan, tetapi biasanya yang paling banyak disarankan adalah melakukan penduplikasian data ke hard disk berbeda atau media penyimpanan lain secepatnya.
Mengapa demikian? Ada dua alasan:
·         Apabila kita menyalin ke disk yang sama (sekalipun beda partisi), dikhawatirkan akan muncul bad sector juga cepat atau lambat. Dengan kata lain, hard disk yang memiliki suatu bad sector dianggap potensial untuk memiliki kasus serupa di sektor yang lain.
·         Tidak ada jaminan bahwa proses perbaikan bad sector akan berjalan 100% tanpa kesalahan.

2.      Pencarian kesalahan pada hasil instalasi sistem operasi
a.      Initializing BIOS
Kegagalan dalam tahap ini jarang sekali ditemukan, kecuali komputer pernah mengalami kejutan listrik seperti terkena petir atau kejutan listrik lainnya yang menyebabkan BIOS rusak. Habisnya baterai BIOS pun tidak akan menyebabkan kegagalan dalam tahap ini.
b.      Initializing Master Boot Record (MBR)
Dalam tahap ini BIOS memeriksa MBR dan memulai sekuens booting. Kegagalan dalam tahap ini biasanya akan muncul pesan “Missing Operating System” sehingga akses ditolak. Solusinya adalah dengan cara menulis ulang MBR. Caranya, Booting denganCD instalasi Windows XP –> pilih Recovery console atau Tekan R selama proses booting CD. Ketika sudah muncul recovery console nya ketik fixmbr. Maka windows akan memperbaiki MBR yang rusak.
c.       Initializing Partition Boot Record (PBR)
Dalam tahap ini tasking yang dijalankan adalah memeriksa tersedianya file booting yang dibutuhkan. Kegagalan dalam tahap ini, yaitu partisi tidak dikenali akan memunculkan pesan “Invalid Partition Table“. Solusinya adalah dengan menggunakan tools TestDisk dan pilih “Fix Partition Table” atau “Recover Deleted Partition“.
d.      Initializing NTLoader
Pada tahap ini PBR mengaktifkan ntldr.exe yang me-load boot-manager boot.ini. Kegagalan dalam tahap ini adalah tidak ditemukannya file ntldr.exe, atau dengan pesan error “NTLDR is missing“. Solusinya yaitu dengan mengcopykan file ntldr.exe lewat recovery console (boot dengan CD instalasi Windows). Caranya ketikkan fixboot c: pada recovery console, lalu copy file ntldr dari CD setup ke harddisk dengan mengetikkan copy d:\i386\ntldr c:
e.       Initializing Boot Menu
Pada tahap ini file boot.ini akan menampilkan menu boot, atau dalam kondisi default user secara otomatis memilih Windows XP. Kegagalan dalam tahap ini adalah tidakk ditemukannya fileboot.ini dengan pesan error “Invalid boot.ini“. Solusinya adalah dengan memperbaiki sektor boot. Caranya masuk ke dalam recovery console (booting dengan menggunakan CD Instalasi Windows) dan ketikkanbootcfg /rebuild.
f.       Initializing NTdetect
Pada tahap ini tasking yang dijalankan adalah pemeriksaan terhadap semua komponen hardware yang terpasang. Kegagalan dalam tahap ini merupakan crash dengan pesan error. Biasanya anda akan mendapatkan pesan error “NTLDR is missing” atau “Disk I/O Error, Error=0000 10000 NTdetect“. Solusinya adalah mengcopykan kembali file ntdetect yang hilang. Caranya masuk ke dalam recovery console (booting dengan menggunakan CD Instalasi Windows) dan mengcopykan file ntdetect.com dari CD setup XP ke dalam harddisk, dengan mengetikkan copy d:\i386\ntdetect.com c:.
g.      Aktifasi Kernel/HAL
Pada tahap ini tasking yang dijalankan adalah mengaktifkan Kernel Windows dan Hardware Abstraction Layer (HAL). Kegagalan dalam tahap ini biasanya ditandai dengan blue screen. Booting dihentikan dengan “Blue Screen of Death“. Bila aanda mengalami kegagalan dalam tahap ini solusi terbaik adalah dengan memformat ulang instalasi windows XP anda.
h.      Aktivasi Driver
Pada tahap ini XP mengaktifkan semua driver hardware yang dibutuhkan dan diberikan status activated dalam registry. Kegagalan dalam tahap ini biasanya ditandai dengan blue screen dengan pesan error “IRQ_LESS_OR_EQUAL“. Solusinya adalah denganSafe Mode Booting. Caranya, tekan F5 saat proses booting sampai keluar setup menu. Pilih safe mode dan biarkan windows berjalan dalam safe mode. Buang atau Uninstal driver yang rusak. Bila tidak membantu cobalah men-disable hardware yang error tersebut pada device manager. Atau bila memungkinkan lepaslah hardware yang error tersebut dari komputer anda.
i.        Initializing Kernel 
Pada tahap ini ntloader menyerahkan kekuasan pemerintahan kepada kernel windows. Kegagalan dalam tahap ini ditandai dengan windows hang pada proses “Windows is Starting Up“. Solusinya adalah dengan minta bantuan dari Microsoft. Caranya lewat internet masuk ke alamat http://support.microsoft.com/kb/314477/. Di sini paradeveloper windows akan memberikan pilihan solusi untuk beberapa kemungkinan kesalahan.
j.        Mengaktifkan Services 
Pada tahap ini tasking yang dijalankan adalah mengaktifkan service smss.exe, winlogon.exe, Isass.exe, dan services.exe. Kegagalan dalam tahap ini sering ditandai dengan dengan blue screen atau pesan kesalahan yang tidak jelas. Tidak jarang windows hang begitu saja. Waspadai bila anda adalah korban dari trojan. Caranya masuk ke dalam safe mode dan coba delete malware ini. Apabila anda tidak bisa sampai ke desktop cobalah memperbaiki XP dengan CD setup. Install ulang mungkin jalan terakhir yang dapat dilakukan.
k.      Login


Pada tahap ini windows meminta input nama pengguna dan password. Kegagalan dalam tahap ini biasanya ditandai dengan pesan error “incorrect user name or password“. Coba ulangi kembali memasukkan password anda.

3.5 MEMAHAMI ADMINISTRASI SISTEM OPERASI

3.5 MEMAHAMI ADMINISTRASI SISTEM OPERASI

1.      Perintah-Perintah Dasar Sistem Operasi (DOS)
DOS merupakan sistem operasi yang menggunakan interface command-line yang digunakan para pengguna komputer pada dekade tahun 1980-an. Untuk fasilitas booting komputer dan menjalankan beberapa aplikasi software, misalnya WS dan Lotus. Masih banyak Fungsi DOSyang digunakan pada zaman sekarang, terutama dalam menyelesaikan beberapa troubleshooting pada hardware komputer. Walaupun bisa juga dilakukan pada sistem operasi berbasis GUI. 
Berikut ini fungsi-fungsi DOS:
·         Mengorganisasikan atau mengendalikan kegiatan komputer
·         Mengatur memori
·         Mengatur proses input dan output data
·         Management file
·         Management directory
Dalam menggunakan DOS diperlukan pemahaman tentang perintah perintah untuk menjalankan DOS. Untuk masuk ke DOS sendiri cukup klik run-cmd-enter. 
Beberapa peritah yang dapat anda gunakan dalam DOS:
a.      CD : Memindah direktori.
misalnya cd windows, untuk pindah ke direktori windows
b.      Copy: Meng-copy file
c.       Copy file1.txt filebaru.txt
Meng-copy file1.txt, nama file hasil copy-an adalah filebaru.txt. Jadi akan terdapat file1.txt dan filebaru.txt dengan isi yang sama. Ganti file1.txt dan filebaru.txt dengan nama file yang akan Anda copy
d.      copy file1.txt c:\data
Mengcopy file1.txt ke directory data pada drive C (nama file hasil copy-an adalah file1.txt)
e.       copy file1.txt c:\data\filebaru.txt
Meng-copy file1.txt ke directory data dengan nama file hasil copy-an filebaru.txt
f.       dir : menampilkan file dan direktori
g.      dir d:  membuka file di direktori d
h.      dir /w
Menampilkan file dan directory secara “singkat” (cuma menampilkan nama file atau directory saja, tidak ada keterangan ekstensi, ukuran file, tanggal dan jam)
i.        ren: Mengganti nama file
j.        ren filelama.txt filebaru.txt
Mengganti nama file filelama.txt menjadi filebaru.txt
Itu tadi adalah perintah umum yang dipakai dalam DOS..Sekarang saya akan memberikan perintah perintah dasar dalam DOS:
·         ATTRIB =>Perintah eksternal Untuk melihat/mengubah atribut file
·         CLS        =>Perintah internal Untuk menghapus layar monitor
·         COPY    =>Perintah internal Untuk mengcopi file
·         DEL        =>Perintah internal Untuk menghapus file
·         DIR         =>Perintah internal Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori tertentu
·         MD         =>Perintah internal Untuk membuat direktori/folder baru
·         RD          =>Perintah internal Untuk menghapus folder (folder kosong)
·         REN       =>Perintah internal Untuk mengubah nama file/folder
·         TYPE     =>Perintah internal Untuk melihat isi file
·         EDIT         =>Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
·      FDISK   =>Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
·         FORMAT =>Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
·         MORE      =>Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus

2.      Registry Editor
Regedit adalah database hirarki yang digunakan untuk mengatur informasi yang dibutuhkan oleh Sistem  Windows..regedit menampilkan Registry ke dalamformat yang hampir mirip dengan Windows Explorer yang sering anda gunakan. Di dalam regedit tersebut anda dapat mengedit informasi untuk sistem semau anda..tetapi tidak bisa sembarangan. Dan harus mengetahui apa fungsi dari setiap informasi yang ada pada regedit.
Fungsi regedit adalah untuk melihat, membuat atau memodifikasi registry di dalam Windows. Sedangkan Gpedit.msc digunakan untuk melihat, membuat, dan memodifikasi Group Policy, yang digunakan untuk mengelola beberapa pengaturan di dalam setiap pengguna dan lingkungan Windows serta menyimpannya di dalam registry.
Registry terdiri dari beberapa bagian yang disebut key atau kunci. Terdapat enam macam key utama pada registry, yaitu :
a.      HKEY_LOCAL_MACHINE
Sering disebut sebagai HKLM, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi sistem yang bersangkutan, yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Semua yang terdapat di dalam anak pohon ini diaplikasikan kepada semua pengguna.
b.      HKEY_USERS
Sering disebut sebagai HKU, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi setiap pengguna yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan. Setiap anak kunci dari anak pohon ini diidentifikasikan dengan menggunakan nomor Security Identifier (SID) yang dimiliki oleh pengguna. Ketika pengguna melakukan logon, SID yang cocok akan dimuat ke dalam anak pohon HKEY_CURRENT_USER
c.       HKEY_CLASSES_ROOT
Sering disebut sebagai HKCR, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi asosiasi/pemetaan ekstensi sebuah berkas atau objek Object Linking and Embedding (OLE) dengan aplikasi yang dapat menanganinya. Sebagai contoh, berkas berekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad dan masih banyak lainnya.
d.       HKEY_CURRENT_CONFIG
Sering disebut sebagai HKCC, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang sedang digunakan saat itu, yang diperoleh pada saat proses booting dilakukan. Informasi yang disimpan di sini bersifat volatil dan tidak disimpan secara permanen ke dalam berkas penampung registry, tapi akan selalu dibuat setiap kali proses booting dilakukan.
e.       HKEY_DYN_DATA
Yang hanya terdapat di dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, merupakan tempat penyimpanan konfigurasi dinamis untuk semua perangkat keras plug-and-play. Tidak ada padanannya dalam Windows NT, tapi dalam Windows NT 5.x, terdapat sebuah anak pohon HKEY_PERFORMANCE_DATA, yang hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi performance counter Windows 2000, mengingat semua konfigurasi perangkat keras disimpan di dalam HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE\.

3.      Dekstop Environment (System and Security, Network and Internet)
a.      System and Security
Berisi semua alat yang akan digunakan untuk melakukan sistem, administrasi, dan tugas-tugas yang berhubungan dengan keamanan. Katagorinya adalah:
1.      Action Center
Untuk melihat security dan maintenance pada Windows dan untuk melakukan trubleshooting maupun recovery.
2.      Windows Firewall
Untuk meningkatkan keamanan dari serangan jaringan, dll.
3.      System
Untuk melihat spesifikasi komputer
4.      Windows Update
Untuk menerima data update secara otomatis
5.      Backup and Restore
Untuk mengembalikan (restore) komputer dalam keadaan backup
b.      Network and Internet
1.      Network and Sharing Center
Untuk melihat status jaringan, mengoneksikan ke jaringan melihat perangkat yang digunkan dalam jaringan, dan terdapat pengaturan wireless.
2.      Home Group
Untuk mengatur jaringan peer-to-peer yang telah di desain ulang dan untuk mempermudah user untuk melakukan setup home network
3.      Internet Options
Untuk mengatur browser Internet Explorer.
4.      Dekstop Environment (Hardware and Sound, Programs)
c.       Hardware and Sound
1.      Device and Printers
Untuk mengkonfigurasi hardware atau printer yang terdeteksi pada komputer
2.      Sound
Untuk mengatur penyuaraan dan hardware yang digunakan paa PC
3.      Display
Untuk mengatur resolusi layar komputer, mengatur pencahayaan, dll.
d.      Programs
1.      Program and Features
Untuk menginstall atau menguninstall program aplikasi atau Windows Update
2.      Defalut Programs
Untuk membuat programs kembali ke pengaturan awal
3.      Dekstop Gadgets
Untuk mengelola gadgets di dekstop, menuninstall gadgets, dan menambah gadgets untuk di dekstop.

5.      Dekstop Environment (User Account and Family Safety, Appearence and Personalization, Clock, Language and region, Ease of Access)
e.       User Account
1.      User Account
Untuk menambah atau menghapus akun, mengganti gambar akun, mengganti password akun.
2.      Parental Controls
Untuk mengatur akun user untuk menjalankan program tertentu.
f.       Appearence and Personalization
1.      Personalization
Untuk mengganti tema, background dekstop, screen saver, dll
2.      Display
Untuk mengatur resolusi layar, mengatur ukuran teks
3.      Dekstop Gadgets
Untuk mengelola gadgets di dekstop
4.      Taskbar and Start Menu
Untuk mengatur Start Menu, ikon pada taskbar, dan gambar Start Menu.
5.      Folder Options
Untuk mengatur pengaturan folder, seperti hidden folder,dll
6.      Fonts
Untuk mengatur size dan fonts
g.      Clock, Language and Region
1.      Date and Time
Untuk mengatur tanggal, waktu, zona waktu, dll
2.      Region and Language
Untuk mengatur bahasa, mata uang, fotmat waktu, dll
h.      Ease of Access


Untuk menyesuaikan pengaturan komputer, untuk penglihatan, pendengaran, dan mobilitas serta mengkonfigurasi pengenalan suara.

3.4 MEMAHAMI INSTALASI SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE

3.4 MEMAHAMI INSTALASI SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE

3.4 MEMAHAMI INSTALASI SISTEM OPERASI CLOSED SOURCE

1.      Partisi Harddisk dan Sistem File
a)      Partisi harddisk
Partisi Harddisk adalah pembagian harddisk menjadi beberapa bagian secara logical. Atau seakan-akan harddisk diberi sekat-sekat.
Kegunaan Partisi Harddisk :
1.      Menjaga Data agar tetap aman, dengan pemisahan data dengan system maka ketika system rusak data tidak terpengaruh
2.      Menginstall Operating System lebih dari satu. agar bisa dual boot.
3.      Mempercepat kerja harddisk.
4.      Mengakali harddisk yang mengalami bad sector secara fisik (misal platter tergores oleh head harddisk). Untuk bad sector secara magnetis dapat diatasi dengan low level formatting. Diakali dengan cara membuat partisi di antara partisi yang bad sector dan mengosongkan (unpartioned) partisi yang bad sector.Hasil gambar untuk harddisk
a.      Jenis-jenis partisi :
1.      Primary Partitions
Adalah jenis partisi yang hanya bisa memiliki satu file system. Jumlah maksimal dari partisi ini max 4.
2.      Extended Partitions
Adalah jenis partisi yang menjadi wadah dari drive logical, partisi ini dapat memiliki beberapa partisi di dalamnya yaitu partisi logical. Tapi untuk partisi jenis ini max 1. Pada partisi ini tidak bisa diisi file system. Partisi Extended akan mengambil jatah partisi primary.
3.      Logical Partitions
Partisi yang menjadi bagian dari extended dimana apabila kita ingin membuat file system di dalam extended harus memiliki partisi logical minimal satu.
b.      Beberapa hal yang harus diwaspadai dalam membuat partisi harddisk :
·         Gunakan Extended apabila anda ingin membuat partisi lebih dari 4. Untuk membuat partisi lebih dari 4 maka 3 partisi bisa berupa primary dan yang ke 4 adalah partisi extended. Baru partisi yang selanjutnya dibuat di dalam extended.
·         Taruh Extended di paling belakang. Menaruh primary partition di belakang extended akan menyebabkan salah pembacaan pada OS terutama pada Linux.
·         Akan lebih bijak kalau anda hanya membuat satu partisi primary dan sisanya diisi oleh extended. Sehingga akan lebih mudah dalam perombakan partisi di kemudian hari.
·         Pada OS Linux disarankan anda membuat partisi secara berurutan dalam hal cylindernya. Karena apabila tidak berurutan cylindernya misal anda mengubah partisi di tengah-tengah maka partisi akan salah penamaannya, dan bisa saja system anda bisa tidak bekerja dengan baik.
·         Pada linux partisi primer dan extended akan memiliki penamaan /dev/hda1 – 4 sedangkan untuk logical akan memiliki penamaan /dev/hda5 ke atas.
c.       Master Boot Record (MBR)
Adalah sector pertama (sector zero) dari harddisk. Dimana pada MBR berisi boot loader (yaitu aplikasi yang bertugas untuk yang menentukan dimana letak suatu OS sehingga BIOS dapat melakukan boot ke OS). Selain itu juga pada MBR ini juga berisi partition table yaitu informasi yang berisi besar alokasi setiap partisi pada harddisk. Oleh sebab itu kalau MBR mengalami bad sector bisa dikatakan suatu harddisk tidak bisa digunakan lagi karena partisi tidak bisa dibentuk yang menyebabkan tidak bisa dibuatnya suatu file system

b)     File sistem
Adalah metode dalam menyimpan dan mengorganisasi file dan data di dalamnya agar dapat mudah dicari dan diakses.
1.      Jenis-jenis File Sistem Di Windows
a.      FAT 16
adalah file system yang diperkenalakan pada era MSDOS. Dengan menggunakan cluster address 16 bit sehingga memungkinkan besar partisi hingga 2GB. Penamaan suatu file menggunakan metode 8.3 (8 nama file dan 3 extention).
b.      FAT 32
adalah pengembangan dari FAT 16, diperkenalkan pada era windows 98. Dengan menggunakan cluster address 32 bit memungkinkan besar partisi hingga 124 GB tetapi bila anda memformat dari windows maka hanya terbatas hingga 32 GB. Besar maximal file adalah 4 GB (jadi kalau anda menyimpan image DVD belum tentu cukup).
c.       NTFS
adalah file system yang digunakan pada windows berbasis NT (NT, 2000, XP, 2003, Vista). Pada file system ini besar partisi max 256 Terra Byte sedangkan besar datanya 16 Terra Byte. NTFS support terhadap metadata, yaitu database yang berisi informasi suatu file.
2.      Jenis-jenis File Sistem Di Linux
a.      Ext2
adalah file sistem yang diperuntukan untuk Linux. Ext2 membagi file sistem menjadi blocks. Secara teori dengan block 1 KB, Ext2 dapat menyimpan satu file hingga 16 GB dengan besar partisi mencapai 4 TB( Tera Byte).
b.      Ext3
adalah penerusan dari Ext2 dengan penambaham fitur journaling file system. Journaling file system adalah file sistem yang menyimpan log perubahan di jurnal sebelum ditulis ke dalam harddisk sehingga file sistem tidak corrupt ketika komputer mati tiba-tiba atau sistem yang crash.
c.       Ext4
Dirilis secara komplet dan stabil berawal dari kernel 2.6.28. Ext4 mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB=1,048,576 TB ukuran maksimum file size-nya, fastfsck, journal check-summing, dan defragmentation support.
d.      Reiser file sistem
Memiliki jurnal yang cepat, mirip Ext3 file sistem. Dibuat berdasarkanbalance tree yang lebih cepat dan efisien dalam pemanfaatan disk. Jika kita menulis file100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blol. File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok dan menghemat disk sampai 6 %.
e.       Swap
adalah jenis file sistem yang digunakan sebagai virtual memori. Virtual memori adalah bagian dari harddisk yang digunakan untuk menyimpan data-data memori apabilamemory full. Besar swap yang dibutuhkan 2 x kapasitas RAM. Namun, bila anda memiliki memori yang besar, anda cukup gunakan 1 x kapasitas RAM atau lebih kecil.

2.      Metode Instalasi Sistem Operasi Clean Install
Metode ini dilakukan jika OS sebelumnya tidak bisa di upgrade sehingga harus dilakukan pembersihan atau penghapusan OS sebelumnya dengan cara menghapus semua data pada partisi tempat OS yang sebelumnya dan membutuhkan software untuk menginstal OS yang baru. Proses ini juga merusak OS yang sebelumnya
3.      Metode Instalasi Sistem Operasi Upgrade
Jika OS yang akan kita install masih dalam platform OS yang sama, kita hanya melakukan upgrade. Dengan upgrade, sistem pengaturan konfigurasi, aplikasi dan data tetap tersimpan.Metode Ini hanya menggantikan file OS lama dengan file OS baru.

4.      Metode Instalasi Sistem Operasi Multi-boot
Hal ini dimungkinkan untuk menginstal lebih dari satu OS di komputer untuk membuat sistem multi-boot. Setiap OS terkandung dalam partisi sendiri dan dapat memiliki file sendiri dan pengaturan konfigurasi. Pada start-up, pengguna disajikan dengan menu untuk memilih OS yang diinginkan. Hanya satu OS dapat berjalan pada satu waktu dan mengendalikan semua perangkat keras

5.      Metode Instalasi Sistem Operasi Virtualization


Virtualisasi adalah teknik yang sering digunakan pada server. Hal ini memungkinkan beberapa salinan dari sebuah OS yang akan dijalankan pada satu set perangkat keras, sehingga menciptakan banyak mesin virtual. Setiap mesin virtual dapat diperlakukan sebagai komputer yang terpisah. Hal ini memungkinkan sumber daya fisik tunggal untuk berfungsi sebagai sumber daya beberapa logical.