3.5 MEMAHAMI JENIS-JENIS CASING PADA KOMPUTER
a. Jenis-Jenis Casing Komputer
1. Casing Full Tower
Casing
komputer jenis full-tower ini adalah casing komputer terbesar diantara
jenis casing lainnya, casing jenis ini bisa menampung semua ukuran
motherboard seperti Micro-ATX, ATX, E-ATX dan XL-ATX, biasanya casing
jenis ini digunakan oleh para gamer atau mereka-mereka yang sangat
antusias dengan hardware komputer.
2. Casing Mid Tower
Casing
jenis mid-tower ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan
casing full-tower tapi masih bisa menampung motherboard dengan
spesifikasi ukuran Micro-ATX dan ATX, saya rasa casing jenis ini lah
yang paling umum dijual di toko-toko komputer dan yang paling banyak
orang gunakan saat ini.
3. Casing Mini Tower ATX
Casing
mini-tower ini ukurannya lebih kecil dibandingkan casing mid-tower,
casing jenis ini hanya bisa menampung motherboard dengan ukuran
Micro-ATX. Casing komputer yang saya gunakan yang saya pajang fotonya di
atas adalah contoh dari casing komputer jenis mini-tower.
4. Casing Mini Tower ITX
Seperti
namanya, casing mini-ITX ini hanya bisa menampung motherboard dengan
ukuran Mini-ITX, ukurannya jauh lebih kecil kalau dibandingkan casing
mini-tower, dan biasanya casing jenis ini menggunakan power supply
dengan ukuran khusus yang lebih kecil dari power supply yang biasa kita
lihat di dalam casing-casing komputer kebanyakan.
5. Casing Slim
Casing
model slim umumnya bersifat fleksibel karena bisa digunakan dengan
posisi tidur atau berdiri. PC saat ini banyak yang menggunakan model
slim.
6. Casing Dekstop
b. Power Supply dan Jenis Konektor
a) Power Supply
Power Supply adalah
perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung ke
komponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard,
hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus bolak-balik (AC)
sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus
searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC
Jenis-jenis Power Supply:
1. Power Supply AT
Power
supply yang memiliki kabel power yang langsung dihubungkan ke mainboard
terpisah menjadi dua konektor power (P8 dan P9). Kabel yang berwarna
hitam dari konektor P8 dan P9 harus bertemu di tengah jika disatukan.
Pada
power supply jenis AT ini, tombol ON/OFF dihubungkan langsung pada
tombol casing. Untuk menghidupkan dan mematikan komuter, kita harus
menekan tombol power yang ada pada bagian depan casing. Power supply
jenis AT ini hanya digunakan sebatas pada era komputer pentium II. Pada
era pentium III keatas atau hingga sekarang, sudah tidak ada komputer
yang menggunakan Power supply jenis AT.
2. Power Supply ATX
Power
Supply ATX (Advanced Technology Extended) adalah jenis power supply
jenis terbaru dan paling banyak digunakan saat ini. Perbedaan yang
mendasar pada PSU jenis AT dan ATX yaitu pada tombol powernya, jika
power supply AT menggunakan Switch dan ATX menggunakan tombol untuk
mengirikan sinyal ke motherboard seperti tombol power pada keyboard
b) Jenis Konektor
1. Konektor 20/24 pin ATX Mainboar
Konektor
ini merupakan konektor dari power supply unit (PSU) yang dihubungkan ke
mainboard, berfungsi sebagai sumber daya utama pada mainboard. Konektor
ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama berjumlah 20 pin dan bagian
kedua 4 pin. Jika kita menggunakan mainboard yang baru maka konektor 20
dan 4 pin digabungkan.Versi lama ATX mainboard masih menggunakan
konektor ATX 20 pin. Sedangkan pada mainboard selanjutnya sudah
menggunakan konektor ATX 24 pin sebagai konektor sumber daya dari power
supply.
2. Konektor 4/8 pin 12V
Konektor
4-pin 12V (P4) dan konektor 8-pin 12V (EPS) digunakan untuk memberikan
daya khusus kepada prosesor. P4 mulai digunakan pada mainboard untuk
prosesor pentium 4 sehingga disebut P4. Fungsi dari konektor ini adalah
sebagai penyedia tenaga tambahan sebesar 12 V untuk Prosesor Pentium 4.
Konektor EPS biasa digunakan untuk mainboard server.
3. Konektor 6pin PCI
Konektor
ini biasa digunakan untuk memberikan daya pada beberapa graphic card
yang berbasis PCIe yang membutuhkan lebih banyak daya dibanding graphic
card biasanya. Jarang ditemukan di PC, hanya PC yang digunakan di bidang
multimedia, terutama pada video. Konektor ini terdiri dari 6-pin yang
terdiri dari 3 jalur +12V dan 3 jalur ground.
4. Konektor Floppy
Konektor
ini hanya berfungsi untuk memasok daya ke floppy disk drive. Jumlah
jalur pada konektor ini sama dengan pada konektor Molex, yaitu sebanyak 4
jalur dengan pembagian warna kabel dan besar tegangan sama. Hanya
berbeda fisik, yaitu konektor floppy lebih kecil dibanding konektor
Molex.
5. Konektor SATA
Konektor
ini digunakan khusus untuk komponen yang menggunakan interface SATA,
misalnya harddisk. Konektor ini memiliki 3 tegangan, yaitu +3,3V, +5V,
dan +12V.
6. Konektor 4 pin Peripheral
Konektor
4 pin peripheral berfungsi untuk memberikan daya pada peralatan atau
komponen komputer seperti harddis, CR Room, kipas pendingin dan
lain-lain.
0 komentar:
Posting Komentar