3.9 MEMAHAMI KONFIGURASI BIOS
1. Pengenalan Booting Pada Komputer
Proses
booting adalah suatu proses yang terjadi pada saat seseorang
menghidupkan komputer, dimana masuknya arus listrik ke dalam peralatan
komputer.
Macam-macam booting:
a. Cold Boot →
Boot (proses menghidupkan komputer) yang terjadi pada saat komputer
dalam keadaan mati. Cold boot dilakukan dengan cara menghidupkan
komputer dengan menekan tombol switch power. Booting dingin mendaur
ulang akses memori acak komputer sekaligus juga menghapus virus-virus
yang mungkin berada dalam memori sebelumnya.
b. Warm Boot →
Boot (proses menghidupkan komputer) yang terjadi pada saat komputer
dialiri listrik kembali dan listrik dimatikan hanya sejenak. Dengan
tujuan mengulang kembali proses komputer dari awal. Warm Boot ini
biasanya terjadi disebabkan oleh software crash atau terjadi pengaturan
ulang dari sistem. Atau Warm boot bisa juga diartikan mengaktifkan
kembali tanpa harus dimatikan terlebih dahulu, misalnya dengan menekan
tombol reset, atau memencet sekaligus tombol CTRL+ALT+DEL pada sistem
operasi Disk Operating System (DOS). Me-restart komputer dengan menekan
Ctrl+Alt+Del atau melakukan shutdown dan restart. Booting panas ini
dapat dideteksi dan dimanipulasi oleh virus.
c. Soft Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang dikendalikan melalui sistem.
d. Hard Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang dilakukan dengan cara dipaksa.
e. ReBoot →
Peristiwa mengulang kembali sistem dari awal. reBoot dilakukan oleh
beberapa hal, antara lain seperti sistem tidak bereaksi dalam beberapa
lama, atau terjadi perubahan setting dalam sistem.
2. Konfigurasi BIOS dan CMOS
a. Konfigurasi BIOS
Langkah Pertama
Tekan tombol power pada pc dan monitor untuk menghidupkan komputer anda. Pc akan segera melakukan proses booting
Langkah Kedua
Untuk masuk ke bios segera menekan tombol [delete] pada keyboard untuk masuk ke menu bios/cmos setup pada PC.
Langkah Ketiga
Anda
akan masuk bios. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah men-setting
waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu
[main],[system time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan
tombol [tab] pada keyboard anda.
Langkah Keemmpat
Selanjutnya, dengan cara yang sama, ubahlah tanggal pada sistem komputer anda melalui menu [system date].
Langkah Kelima
Setelah
men-setting waktu dan tanggal dari sistem, jika mau, anda juga dapat
memasang password bios agar orang lain tidak dapat mengubah setelan bios
yang anda buat. Caranya, pilih menu [supervisor password], lalu tekan
tombol [+] pada keyboard. Selanjutnya, masukkan password anda pada boks
enter password, lalu klik [enter]. Masukkan kembali password anda pada
boks confirm password, kemudian kembali klik [enter]. Sekarang status
opsi supervisorpass word sudah menjadi enabled.
Langkah Keenam
Bila
PC anda akan dipakai beramai-ramai, anda juga bisa men-setting user
password untuk masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [user
password]. Cara pengaturannya sama saja dengan pengaturan pada
supervisor password.
Langkah Ketujuh
Sekarang
bukalah menu [advanced] dengan menekan tombol [‡] (arah panah ke kanan)
pada keyboard anda, lalu pilih [i/o device configuration] kemudian
[enter]
Langkah Kedelapan
Di
sini anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard
anda. Misalnya, bila anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan
on-board, ubahlah opsi [on-board ac97 audio controller] dan [on-board
ac97 modem controller] menjadi [disabled] dengan menekan tombol [+] pada
keyboard anda. Selanjutnya klik [esc] untuk kembali ke menu [advanced]
Langkah Kesembilan
Sekarang
pilih opsi [pci configuration] lalu tekan [enter]. Kemudian agar slot
usb anda berfungsi set opsi [usb function] menjadi [enabled]. Jika
belum, anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+]. Jika sudah,
kembali ke menu [advanced] dengan menekan tombol [esc]
Langkah Kesepuluh
Selanjutnya
buka menu [boot]. Untuk memudahkan penginstalan sistem operasi yang
akan dilakukan setelah ini, ubah pengaturan boot dari pc. Kemudian set
cdrom sebagai boot device pertama, atau jika anda ingin melakukan
penginstalan dari flash disk ganti cdrom dengan nama flash disk.
Kemudian
hard disk sebagai boot device ke-2 dan floopy boot device ke-3 (disable
jika anda tidak memilihnya), dengan menggunakan tombol [+] atau [-].
Gunanya, agar setiap kali booting, komputer mencari adanya sistem
operasi di cd-rom dulu, baru kemudianhard disk, dan floopy.
Langkah Kesebelas
Masukkan
cd instalasi windows xp ke cd-rom drive. Setelah itu, pilih menu
[exit], [exit saving changes] untuk keluar dari bios dan menyimpan
pengaturan yang anda buat tadi. Selanjutnya komputer akan restart. Dan
jika anda tadi mengaktifkan user password, maka akan muncul kotak
password. Isi password tersebut agar komputer dapat melanjutkan proses
booting.
b. Konfigurasi CMOS
Menu untuk mengatur konfigurasi standar setup BIOS, seperti mengatur tanggal, jam, harddisk, floppy disk, dan sebagainya.
· Date
Diisi
dengan tanggal, bulan, tahun, saat kita menseting bios.Tekanlah tombol
Page Up atau Page Down untuk setiap kali melakukan perubahan setting.
· Time
Diisi dengan waktu (jam, menit dan detik)..
· Harddisk
Berisi
spesifikasi Type, Size, Cyls, Head, Landz, dan Sector harddisk. Dan
bias juga mengkonfigurasi Mode harddisk sesuai dengan spesifikasi
harddisk.
· Drive A, Drive B
Berisi
tipe floppy disk drive yang terpasang pada komputer. Settinglah floppy
disk drive pada field ini sesuai tipe yang digunakan. Atau, pilihlah
“None” jika floppy disk drive tidak dipasang.
· Video
Berisi
tipe kartu grafis yang digunakan komputer. Pilihan yang diberikan
biasanya “EGA/VGA. Pilihan lain yaitu : CGAA40, CGA80 atau MONO.
Pilihlah salah satu type sesuai jenis kartu grafis yang digunakan.
· Halt On
Berisikan perintah yang dilakukan komputer termasuk menentukan waktu komputer berhenti bekerja (halt). Pilihlah “All Errors” sehingga komputer akan berhenti bekerja (halt) ketika terjadi kesalahan pada sistem
0 komentar:
Posting Komentar